Belajar Teknik Cara Budidaya Ikan Nila di 3 Jenis Kolam

Posted on 27 views
Bagikan artikel ini

Cara budidaya ikan nila yang tepat akan menghasilkan panen yang melimpah. Dewasa ini banyak orang beralih membudidayakan nila karena permintaan pasar yang terus meningkat. Tahukah kamu bahwa nila memiliki kandungan yang baik untuk perkembangan tubuh anak, mencegah penuaan dini, dan membantu program diet karena banyak kalori dan sedikit lemak.

Cara budidaya ikan nila
Cara budidaya ikan nila

Banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan budidaya seperti kualitas bibit, pemberian pakan, dan pemeliharaan sehingga terhindar dari penyakit. Yang perlu perhatian utama dalam budidaya ikan nila adalah penggunaan kolam. Ada berbagai jenis media dalam teknik budidaya ikan nila yang dapat digunakan untuk menampung ikan nila mulai dari ember, beton, kolam tanah, kolam terpal dan yang lainnya. Tentunya semua media memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing tergantung pada bagaimana kamu sebagai pembudidaya.

Cara budidaya Ikan Nila di ember

1. Cara Budidaya Ikan Nila di Ember

Salah satu media yang paling mudah digunakan adalah ember. Biayanya cukup murah dan dapat dipindah-pindah sesuai keinginan si pemilik. Yang dimaksud ember disini adalah drum plastik yang memiliki ukuran sekitar 200 liter. Jika memang ingin menggunakan ember yang tingginya sekitar 50 cm juga bisa dilakukan, akan tetapi hasilnya tidak akan memuaskan. Tahapan yang harus dilakukan yaitu:

Siapkan ember atau drum plastik

Jika menggunakan drum susunlah beberapa buah drum untuk pemasangan instalasi air. Air yang digunakan sebaiknya air tanah atau sumur, biasa juga air hujan, dan air sungai.

  • Isi dengan air
    Apabila menggunakan air dari perusahaan air minum maka harus diendapkan semalaman untuk menghilangkan kaporit dan bahan kimia lainnya. Isi air hanya sekitar 75% dari kapasitas total ember atau drum.
  • Tempatkan filter kotoran lebih tinggi daripada drum
    Cara budidaya ikan nila di ember yang baik harus menggunakan filter atau saringan. Filter kolam biasanya menggunakan arang kayu sebagai penyaring, batu zeolite berupa kerikil untuk mengendapkan kotoran, bioball berbentuk bulat berbahan plastik, busa penahan kotoran, dan juga karung untuk membungkusnya. Filter ini akan digunakan untuk menyaring kotoran ikan sehingga air tidak cepat kotor.
  • Tempatkan pompa air di dalam kolam
    Pompa untuk memutar air sehingga tetap terjaga kadar oksigen di dalam air yang mengalir. Pompa ini akan mengalirkan air menuju filter sehingga kotoran ikan nantinya akan tersaring.
Cara budidaya ikan nila
Cara Budidaya ikan nila di kolam beton

2. Pelihara Ikan Nila di Kolam Beton

Jika menggunakan kolam beton akan menjadi kolam permanen yang tidak dapat dipindah-pindah. Terkadang alasan orang budidaya ikan nila di kolam beton karena kondisi tanahnya gembur, sehingga air mudah terserap dan tidak bisa membuat kolam tanah. Terkadang pembudidaya yang sudah mahir menggunakan kolam terpal ingin meningkatkan bisnisnya dengan memiliki kolam permanen.

Ada beberapa cara budidaya ikan nila di dalam kolam beton yaitu:

Tentukan ukuran kolam

Ukuran kolam penting untuk diperhatikan. Jika kamu mempunyai lahan yang luas maka dapat membuat kolam dengan ukuran 20 m x 10 m dan memiliki tinggi sekitar 1.5 meter. Kolam ini dapat ditempatkan dengan menggali tanah terlebih dahulu.

Jika tidak memiliki lahan yang luas maka dapat membuat kolam yang kecil dengan tinggi sekitar 75 cm. Perlu diingat bahwa kapasitas kolam beton adalah 50 ekor nila/m3.

Menyiapkan material

Penting untuk menyiapkan material seperti pasir semen, batu, batako, dan cat kolam. Perlu dicatat sebaiknya menggunakan material beton secara keseluruhan untuk menghindari kebocoran.

Pengerjaan pembuatan kolam: filter dan pompa

Setelah memikirkan ukuran kolam, maka pengerjaan dilakukan dengan menggali tanah sesuai dengan ukuran yang diinginkan selanjutnya buat bak filter dan pasang pompa untuk mengalirkan air. Prinsip pompa dan filter sama dengan kolam ember sehingga kotoran tidak menumpuk dan ikan cepat besar karena adanya perputaran oksigen pada air kolam.

Mengecat kolam dan menghilangkan bau semen

Langkah terakhir cara budidaya ikan nila di kolam betonadalah dengan mengecat menggunakan cat kolam untuk menghindari bocor. Selain itu juga menghilangkan bau semen yang tersisa dengan menggunakan batang pisang dan didiamkan semalaman.

Cara budidaya ikan nila
Cara budidaya ikan nila di kolam tanah

3. Budidaya Nila di Kolam Tanah

Penggunaan tanah liat yang tidak menyerap air merupakan solusi terbaik untuk membudidayakan nila. Kamu tidak perlu lagi menciptakan kondisi untuk pertumbuhan nila seperti renik dan plankton. Dalam cara budidaya ikan nila di kolam tanah, ikan juga akan lebih mudah beradaptasi dengan tanah. Dalam ternak ikan nila, kamu juga tidak perlu menambahkan filter air karena kotoran sudah mengendap di tanah dan terurai menjadi makanan ikan. Langkah yang dilakukan yaitu:

Gali sesuai ukuran yang diinginkan

Pertama-tama kamu perlu menggali kolam sesuai dengan ukuran yang diinginkan. Ukuran kolam tanah untuk nila hampir sama dengan ukuran kolam beton.

Keringkan kolam

Setelah penggalian biarkan kolam kering terlebih dahulu bahkan lebih baik jika tanah di bawahnya sampai retak karena panas, akan tetapi jangan sampai tanah membatu. Jika diinjak, masih menyisakan tapak kaki kira-kira sedalam 2 cm. Pengeringan ini merupakan salah satu cara budidaya ikan nila yang baik untuk menghilangkan penyakit di tanah.

Tuangkan zat kapur

Pemberian zat kapur bertujuan untuk mengurangi kadar keasaman tanah. Dosis yang tepat yaitu sekitar 5 kg per 100 m2. Aduklah tanah dan kapur, usahakan agar masuk ke dalam tanah sekitar 10 cm.

Pemupukan

Gunakan pupuk kandang untuk membantu menumbuhkan plankton dan renik yang akan menjadi makanan ikan nila.

Langkah Selanjutnya Cara Budidaya Ikan Nila

Setelah memilih tipe kolam yang diinginkan maka kamu dapat mulai memelihara ikan nila. Adapun langkah-langkah yang harus dilakukan diantaranya:

Aliri kolam dengan air

Setelah kolam siap, maka harus terlebih dahulu dialiri dengan air setinggi sekitar 10 cm. Biarkan selama2-3 hari lalu dilanjutkan dengan mengisi air hingga sekitar 1m atau hingga kapasitas tertinggi dari kolam ataupun ember.

Siapkan bibit ikan nila

Bibit ikan nila yang baik berukuran sekitar 4 cm dan harus memiliki ukuran yang sama. Jika ukurannya berbeda maka nila yang berukuran kecil akan kesulitan untuk bersaing memperoleh makanan dengan sejenisnya. Nantinya akan berpengaruh pada ukuran ikan nila berdasarkan umurnya.

Tebar benih

Cara budidaya ikan nila perlu memperhatikan penebaran benih. Caranya adalah dengan memasukkan bibit ke dalam ember tunggu hingga 10 menit. Selanjutnya tenggelamkan ke dalam kolam dan biarkan hingga bibit ikan keluar sendiri dari ember. Hal ini dilakukan agar ikan tidak stres berada di lingkungan baru.

Pemeliharaan dan pemberian pakan

Ikan nila harus diberi pakan secara teratur sekitar 2 atau 3 kali sehari. Kebutuhan pakan ikan nila sampai panen harus dicukupi juga nutrisinya. Berikanlah pakan yang mengandung nutrisi seperti karbohidrat, mineral, vitamin. Selain itu juga diperhatikan tingkat kekeruhan air dan rutin menjaga kebersihan kolam. Hal tersebut mempengaruhi juga dalam cara memelihara ikan nila supaya cepat besar.

Masa panen

Panen dilakukan setelah 3-6 bulan dengan berat ideal sekitar 500 gram seiring dengan pertumbuhan ikan nila.

Baca Juga: Beginilah Cara Budidaya Ikan Lele yang Mudah untuk Pemula

Penutup

Cara budidaya ikan nila yang dijelaskan tadi sangat mudah dilakukan oleh peternak pemula. Pada awalnya mungkin akan sulit memulai dan terjadi kegagalan panen. Misalnya banyak bibit yang mati, keseimbangan pakan, dan masalah lainnya. Silahkan terus mencoba dan jangan takut gagal. Karena budidaya ikan nila sebenarnya tidaklah sesulit yang dibayangkan.

Comments are closed.