Cara Ternak Ayam Kampung Bagi Pemula Ini, Mudah untuk Diaplikasikan

Posted on 19 views
Cara ternak ayam kampung sebenarnya tidak sesulit yang diperkirakan. Kamu dapat menyimak tips-tips nya di artikel berikut ini
Bagikan artikel ini

Cara ternak ayam kampung, sebenarnya tidak sesulit yang diperkirakan. Kamu hanya perlu terus menerus untuk belajar dan berusaha lebih giat lagi saat mengaplikasikannya secara langsung di lapangan. Tidak perlu juga seseorang yang ingin beternak ayam adalah orang yang  berasal lulusan ilmu peternakan maupun ilmu terkait, selama dirinya memiliki tekad dan kemauan belajar yang kuat maka siapapun dapat menjadi seorang peternak ayam.

Cara Ternak Ayam Kampung

Informasi Dasar Cara Ternak Ayam Kampung

Ayam kampung sendiri, merupakan salah satu hewan yang sedang gencar dibudidayakan oleh masyarakat luas. Hal tersebut dikarenakan baik dari segi daging maupun telur yang dihasilkan, memiliki kualitas yang sangat baik untuk golongan ayam. Sesuai dengan nama yang dikenal oleh masyarakat, dinamakan ayam kampung karena biasa dipelihara di daerah pedesaan atau perkampungan setempat.

Uniknya lagi, cara ternak ayam kampung dan usaha ayam kampung ini biasanya mengandalkan pakan yang terbuat dari bahan-bahan alami tanpa ada penambahan pupuk kimia buatan. Sang peternak sendirilah yang umumnya meracik bahan-bahan makanan tersebut.  Oleh karena itu, banyak masyarakat yang cenderung memilih daging ayam kampung karena bebas dari bahan kimia dan baik untuk kesehatan.

Cara Ternak Ayam Kampung Pemula

Mula-mula bagi Kamu yang ingin melakukan cara ternak ayam kampung pemula ini, perlu mempersiapkan hal-hal dasar, diantaranya, lahan, kandang, bahan-bahan makanan, serta yang paling utamanya adalah ayam kampung. Ayam kampung yang hendak dibudidayakan, bisa dipilih dari usia dewasa ataupun bibit (anakan) ayam. Merawat ayam kampung usia dewasa, sebaiknya langsung dipilih minimalnya sepasang yakni satu ekor ayam kampung betina dan satu ekor ayam kampung berjenis kelamin jantan.

Cara Ternak Ayam Kampung
Cara Ternak Ayam Kampung di kandang

Tahapan Cara Ternak Ayam Kampung

Dalam tahapan cara ternak ayam kampung,Kandang merupakan tahapan paling awal yang harus diperhatikan saat Kamu akan memulai beternak ayam kampung. Kandang dapat dibuat dari bahan-bahan sederhana seperti bambu, kayu, atau bisa juga dibuat permanen dengan menambahkan semen. Tempatkan kandang di area yang mudah terjangkau oleh peternak, guna memudahkan pemiliknya dalam melakukan proses pemantauan.

1. Mempersiapkan kandang

Cara buat kandang ayam kampung, diawali dengan mempersiapkan anyaman bambu serta paku untuk menahan bambu tetap berada pada posisinya. Tinggi kandang yang dianjurkan, minimalnya memiliki tinggi sebesar 3 meter. Bagian dinding kandang harus dibuat serapat mungkin supaya tidak ada hewan liar lainnya yang mengusik ayam peliharaan Kamu.

Dalam cara memelihara ayam kampung ternak yang benar untuk kandangnya, berikan sekat di dalam kandang untuk mempermudah memisahkan antara ayam yang telah memasuki usia dewasa, dengan anakan ayam yang belum lama baru menetas. Sebelum ayam dimasukkan ke dalam kandang yang telah dibuat, ada baiknya mengkondisikan kandang dengan membersihkannya serta menyemprot area kandang menggunakan pestisida. Penyemprotan pestisida, dilakukan untuk menghilangkan berbagai macam parasit yang nantinya dapat menghambat proses beternak ayam kampung.

2. Memilih induk ayam

Saat melakukan pemilihan induk ayam ini, sebaiknya meminta saran dari ahlinya jika Kamu masih memiliki pengetahuan yang minim. Semakin baik kondisi induk yang dipilih, maka ke depannya ayam yang dihasilkan dari proses budidaya juga akan memiliki kualitas yang serupa dengan sang induk. Oleh sebab itu, tidak boleh asal memilih induk ayam hanya berdasar dari rayuan penjual ayam yang Kamu datangi.

Tips memilih induk ayam jantan, perhatikan dari suaranya atau kokokan ayam tersebut. Jika memiliki suara yang sangat lantang, maka dirinya sudah termasuk ke dalam salah satu induk ayam berkualitas. Kemudian, hal yang perlu diperhatikan lainnya yakni bagian bulu harus memiliki warna yang mengkilap, tidak terlihat cacat di keseluruhan badan ayam, memiliki pergerakan yang aktif dan agresif, serta dalam kondisi sehat.

Sedangkan untuk induk ayam berjenis kelamin betina, dapat memperhatikan warna bulunya. Warna bulu betina harus terlihat menarik, serta memiliki ukuran tubuh yang besar. Sehingga, jika waktunya untuk melangsungkan proses pengawinan ayam betina dewasa tersebut sudah dalam kondisi siap.

Cara Ternak Ayam Kampung

3. Cara mengawinkan induk ayam

Cara ternak ayam kampung yang paling krusial terletak saat proses pengawinan induk ayam.  Perhatikan waktu yang tepat saat akan melakukan proses satu ini. Jangan memaksakan kedua induk ayam jika waktunya memang belum pas, karena bisa membuat ayam menjadi stress.

Dalam beternak ayam kampung, biarkan kedua induk melakukan adaptasi lingkungan terlebih dahulu sebelum memulai proses pengawinan. Siapkan pakan ayam dalam porsi yang berlebih dari yang biasanya diberikan ketika kedua ayam tidak berada dalam masa kawin. Sebagai peternak dan pemilik ayam, Kamu harus sabar menunggu sampai kedua induk melangsungkan proses kawinnya sendiri secara alami.

Makanan atau pakan yang diberikan, dapat berupa pelet dengan kombinasi dari jagung yang sebelumnya telah digiling. Bisa juga biji jagungnya saja yang telah dipisahkan dari bonggolnya. Puncak dari prosesi pengawinan induk ini, terlihat dari perilaku sang induk betina yang semakin sulit untuk dikendalikan.

Saat terdengar suara kokokan terus menerus yang dilakukan oleh induk betina, maka Kamu harus segera memindahkannya ke tempat lain. Suara kokokan tersebut, dianggap sebagai tanda bahwa sang induk betina sudah waktunya untuk bertelur. Satu ayam, umumnya menghasilkan telur paling sedikitnya 5 butir, lalu jumlah maksimalnya adalah 14 butir.

Cara Ternak Ayam Kampung
Cara Ternak Ayam Kampung

4. Cara menetaskan telur

Semakin berkembangnya ilmu pengetahuan di bidang peternakan dan budidaya ayam kampung, semakin canggih juga orang mencari cara untuk mempercepat proses penetasan telur tanpa membahayakan hidup dari anakan ayam tersebut. Penetasan secara manual, akan memakan waktu yang sangat lama yakni 25 sampai dengan 35 hari. Sehingga proses pembudidayaan ayam akan berlangsung lambat.

Bagi peternak yang memiliki kebutuhan pendistribusian ayam dalam jumlah banyak, mereka akan memilih untuk mengambil cara penetesan telur dalam kurun waktu yang lebih cepat dari proses manual. Penetasan buatan ini, hanya membutuhkan waktu kurang lebih sekitar 14 hingga 20 hari saja dan beternak ayam dapat menghasilkan dengan usaha dan rentang waktu tersebut. Rentang waktu yang semakin sedikit ini, bisa mempercepat kesuksesan Kamu sebagai peternak ayam kampung.

Kotak penetasan telur buatan, bisa Kamu buat sendiri dengan cara mempersiapkan kotak kayu yang dialasi dengan kain atau serbuk dari gabah padi untuk memberikan kenyamanan ke anak ayam saat dirinya menetas. Lalu, beri lampu penerangan sebesar 10 watt sebagai alat untuk mempercepat proses penetasan. Setelah dikondisikan sedemikian rupa, selebihnya hanya perlu dilakukan pemantauan serta perawatan secara intensif.

5. Cara merawat anakan ayam

Pemeliharaan yang lebih mendetail lagi, dilakukan ketika telur ayam telah berhasil menetas. Perawatan yang dimaksud, tidak lain adalah memperhatikan frekuensi pemberian pakan serta jenis pakan yang diberikan. Berikan jagung yang telah digiling halus serta air mineral matang sebagai minumnya.

Pakan jagung halus tersebut, harus diberikan hingga usia anakan ayam sudah mencapai 2 bulan. Setelah melewati kurun waktu 2 bulan, anakan ayam sudah dapat dimasukkan ke dalam kandang yang berisi ayam dewasa. Pakan yang selanjutnya diberikan pun sama dengan makanan yang dipersiapkan untuk ayam yang dewasa.

Penggabungan anak ayam ke kandang yang di dalamnya terdapat ayam-ayam dewasa, untuk memudahkan dirinya beradaptasi dengan ayam lainnya. Selain itu, dapat memicu anak ayam agar segera tumbuh memasuki usia dewasa.  Anakan ayam kampung ini, sudah dapat dipasarkan setelah memiliki kisaran usia 1 hingga 3 bulan, sedangkan ayam kampung yang dijual untuk dikonsumsi, sebaiknya memiliki bobot sekitar 1 sampai dengan 2 Kg.

Baca Juga: 10 Vitamin dan Obat Ayam Sakit serta Mengenal Beragam Penyakit pada Ayam sekaligus Cara Menanganinya

Penutup

Sekian pembahasan mengenai cara ternak ayam kampung pada kesempatan kali ini. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa. Bye!

2 comments

Comments are closed.