Pelajari Ilmu Cara Ternak Kambing dari 0 Sampai Sukses

Posted on

Cara ternak kambing bisa kamu pelajari dengan mudah. Ternak kambing bisa menjadi salah satu cara untuk mencari rezeki. Tapi, bagi kamu yang ingin beternak kambing dan belum tau bagaimana cara ternak kambing yang baik dan benar, kamu nggak perlu khawatir. Semua bisa dipelajari.

Cara Ternak Kambing

Tahapan Cara Ternak Kambing

Budidaya atau cara beternak kambing sudah ada di seluruh belahan dunia, termasuk Indonesia. Setiap negara memiliki cara untuk membudidayakan kambing, Indonesia masih menggunakan cara tradisional.

Sebelum mendirikan ternak atau budidaya hewan kambing, kamu perlu mengetahui tahapan-tahapan cara ternak kambing yang perlu dilakukan, yaitu :

1. Memilih Lokasi

Ternak kambing bisa dilakukan dimanapun, seperti di dataran rendah, menengah, hingga tinggi. Namun, untuk memperoleh hasil pemanfaatan ternak dengan baik, kamu perlu memilih lokasi yang tepat.

Memilih lokasi sebaiknya, yang tidak mudah tergenang air, jauh dari rumah dan sumur, tempat  yang dapat disinari matahari pagi dengan cukup, dan terlindung dari hembusan angin secara langsung.

Pertimbangan pemilihan lokasi tersebut dilakukan demi kesehatan kambing-kambing ternak juga demi keamanan bagi warga sekitar apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti kambing yang kabur ke kawasan pemukiman penduduk dan menyebabkan kerugian.

Cara Ternak Kambing

2. Membuat Kandang Kambing

Kandang memiliki fungsi bagi kambing berlindung dari cuaca berbahaya dan hama pemangsa. Kandung juga bisa menjadi tempat kambing untuk melakukan aktivitas dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, seperti bereproduksi, makan, dan minum.

Oleh karena itu, pembuatan “rumah” bagi kambing juga menjadi hal yang penting dalam cara merawat kambing. Sebagai bagian dari cara ternak kambing, kamu perlu memilih bahan pembuatan kandang yang terbaik, mudah didapat, tahan lama, serta minim biaya.

Selain itu, kamu juga perlu memperhitungkan ukuran kandang, tergantung dengan jumlah kambing ternak yang ingin kamu budidayakan disana.

3. Memilih Bibit Kambing

Bagi kamu peternak pemula, dalam belajar ternak kambing wajib memilih bibit yang berkualitas agar memiliki produktivitas yang baik, sehingga dapat memberikan keuntungan.

Selain bibit yang berkualitas, kamu juga harus bisa memilih jenis kambing yang akan diternakkan. Memilih jenis kambing, disesuaikan dengan tujuan dari dibuatnya peternakan kambing. Apabila ingin menghasilkan susu dan daging, maka pilihlah kambing terbaik sesuai dengan tujuan tersebut.

Cara Ternak Kambing

4. Memahami Bagaimana Melakukan Perawatan yang Baik dan Benar

Terdapat tiga jenis budidaya kambing, yaitu secara tradisional, semi intensif, dan intensif. Umumnya, di Indonesia cara budidaya kambing dilakukan secara tradisional.

Sistem budidaya tradisional, secara umum dilakukan seperti ini :

  • Pada siang hari, kambing dilepaskan pada suatu areal lahan agar bisa mencari pakannya sendiri.
  • Pada sore hari, kambing-kambing dimasukkan kembali ke dalam kandang.
  • Kemudian, peternak menyediakan pakan untuk malam hari di dalam kandang.

Sistem budidaya tradisional dirasa lebih ringan dibandingkan dengan sistem budidaya lain, seperti intensif atau semi intensif. Namun, dengan sistem apapun, yang terpenting adalah kamu tetap melakukan pemeliharaan yang baik terhadap kambing ternak.

Pemeliharaan yang baik dapat dilakukan dengan memberikan gizi berupa makanan pokok pada kambing ternak, yaitu rumput dan hijauan. Sediakan rumput dan hijauan di kandang, maupun di areal sekitar kandang pada pagi, sore, dan malam hari.

Selaim memberikan makanan kambing agar cepat gemuk selain rumput dan hijauan, kambing ternak juga harus diberikan air minum yang bersih, khususnya saat cuaca terik dan panas.

Tidak hanya memberikan asupan yang cukup terhadap kambing ternak, jangan lupa untuk selalu rajin memandikan kambing-kambing ternak, serta membersihkan kandang dengan baik.

Dalam cara memelihara kambing, memandikan kambing dan menjaga kebersihan kandang merupakan salah satu upaya untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan kambing ternak. Sehingga nilai jualnya juga akan lebih tinggi.

Kamu bisa memandikan dan membersihkan kandang kambing paling tidak 2 kali dalam setahun. Sehingga, jamur, kuman, dan penyakit tidak akan menumpuk dan hinggap untuk merusak kesehatan kambing.

5. Memberikan Perawatan Kesehatan

Bukan hanya manusia yang selalu melakukan perawatan terhadap kesehatan. Peternak juga selalu menginginkan kambing-kambing ternaknya dalam keadaan sehat dan bebas penyakit. Memiliki kambing yang bebas penyakit akan berpotensi meminimalisir angka kematian pada hewan ternak.

Hal tersebut akan mengurangi kerugian yang dialami oleh peternak. Jadi, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan bagi kamu sebagai peternak untuk memberikan perawatan kesehatan terhadap kambing, yaitu :

  • Memilih induk yang tidak memiliki riwayat penyakit
  • Memberikan pakan dan minuman yang cukup
  • Memberikan vitamin dan antibiotic pada setiap kambing ternak
  • Menjaga kebersihan badan dan kandang kambing
  • Memberikan vaksin terhadap kambing-kambing ternak.

6. Mengenali Penyakit pada Kambing Ternak

Meski telah berupaya menjaga kesehatan kambing, namun tidak menutup kemungkinan bahwa kambing akan terkena penyakit. Oleh karena itu, pengendalian penyakit merupakan salah satu cara ternak kambing yang perlu dipelajari dengan baik.

Sebelum mengetahui pengendaliannya, kamu perlu mengenali penyakit-penyakit yang biasa timbul saat ternak kambing, diantaranya adalah scabies, pink eye, orfatau, antraks, bloating, cacingan, radang kuku dan mulut, myasis, kudis, dan sebagainya.

Mengenal Jenis-jenis Kambing Ternak

Setiap jenis kambing memiliki kelebihan dan kelemahannya masing-masing. Oleh karena itu, kamu harus mengenali jenis kambing ternak yang hendak kamu budidayakan agar dapat memanfaatkan kelebihan dan mengantisipasi kelemahannya.

Berikut adalah jenis-jenis kambing ternak yang bisa kamu budidayakan :

Kambing Jawa Randu

1. Kambing Jawa Randu

Kambing ini dihasilkan dari persilangan antara kambing peranakan etawa dengan kambing kacang. Sehingga, bentuknya lebih menyerupai kambing kacang, meski dengan bentuk tubuh yang lebih besar. Kambing Jawa Randu cocok digunakan untuk qurban atau aqiqah.

Jawa Randu merupakan kambing yang dapat menghasilkan susu hingga 1,5 liter per hari, meski tidak memiliki tubuh segagah kambing peranakan etawa.

Kambing Saanen

2. Kambing Saanen

Berbeda dengan kambing sebelumnya, Saanen berasal dari Swiss dan memiliki keunggulan dalam menghasilkan susu. Namun, kambing ini memiliki kelemahan tidak dapat beradaptasi dengan baik apabila berada di tempat yang beriklim tropis.

Oleh karena kambing ini, biasanya harus disilangkan dengan kambing lain yang memiliki ketahanan lebih baik jika berada di tempat yang beriklim tropis.

Kambing Peranakan Etawa

3. Kambing Peranakan Etawa (PE)

Peranakan Etawa merupakan kambing yang memiliki keunggulan sebagai penghasil daging dan susu yang baik. Dengan memilih jenis kambing ini, peternak akan mendapatkan keuntungan yang lebih, karena bisa memanfaatkan daging serta susunya sekaligus. Cara ternak kambing etawa ini harus diperhatikan dengan baik agar menghasilkan peranakan yang unggul.

Cara Ternak Kambing

Penutup

Sebagai seorang peternak, kamu harus memahami betul bagaimana cara ternak kambing modern yang baik. Agar kambing-kambing yang diternak dapat memberikan keuntungan yang besar kepada peternaknya. Selain itu kamu juga dapat mempelajari tentang contoh pembukuan ternak kambing .

Dengan memperhatikan tahapan-tahapan yang sebaiknya dilakukan sebelum melakukan ternak kambing, mempelajari jenis kambing yang sesuai dengan tujuan didirikannya peternakan, serta ilmu mengenai cara ternak kambing yang baik, kamu dapat membuat peternakan yang baik dan sehat.

Baca juga: 10 Jenis Ikan Gapi yang Populer

Selain itu, kamu juga bisa belajar dari orang-orang berpengalaman yang sudah memiliki ternak kambing selama bertahun-tahun. Kamu dapat mempelajari lebih dalam tentang kambing, salah satunya adalah cara ternak kambing.